Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana Tinggi di Kota Samarinda, DPRD Minta Pemkot Lakukan Antisipasi

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Kota Samarinda belakangan ini dilanda bencana banjir yang parah, ini kembali menjadi sorotan terhadap upaya penanganan banjir di Kota Tepian itu.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah mengungkapkan harus ada evaluasi dan solusi konkret dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan risiko bencana, apalagi cuaca Kota Samarinda yang susah ditebak.

Dirinya menilai selama ini penanganan bencana cenderung harus terjadi dulu baru kemudian sadar.

“Kadang kita ini harus kejadian dulu baru sadar. Lubang di jalan kalau belum ada yang celaka, ya dibiarkan saja. Begitu ada korban, baru ramai,” kata Andriansyah, Sabtu (17/5/2025).

Baca Juga :  Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 

Lebih lanjut menurutnya, pola pikir seperti itu harus segera diubah dan DPRD bersama dinas teknis sudah mulai mendiskusikan pendekatan yang lebih proaktif.

“Apa yang kita rencanakan sekarang itu harus membayangkan risiko ke depan untuk mengantisipasi,” katanya.

Kemudian ada proyek terowongan yang belum selesai dibangun juga terkena imbasnya. Di mana terjadi longsor di area inlet Terowongan Samarinda.

Legislator Fraksi Partai Demokrat ini mengingatkan agar kejadian itu tidak menjadi bahan spekulasi liar yang justru menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Baca Juga :  ICW Curiga, Pakar Geram: Ada Apa di Balik IKN?

“Jangan sampai karena informasi yang beredar luas masyarakat jadi trauma dan akhirnya enggan memanfaatkan terowongan. Sayang, berapa banyak anggaran yang sudah dikeluarkan kalau sampai tak digunakan,” ucapnya.

Diakhir dirinya mengatakan bahwa kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik adalah transparansi dan jaminan teknis dari pemerintah.

“Kita harus yakinkan masyarakat bahwa terowongan itu dibangun dengan struktur yang benar. Kita harus obati ketakutan mereka dengan data dan penguatan nyata di lapangan,” tandasnya.

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini
Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim
Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah
Gubernur Kalsel Lantik Anak Sendiri Jadi Komisaris Bank Kalsel, Kritik Nepotisme Menguat
Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 
Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi
ICW Curiga, Pakar Geram: Ada Apa di Balik IKN?
3 Tewas di Pesta Anak Dedi Mulyadi, Rakyat Tak Sekaya Tuan Rumah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:45 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini

Senin, 28 Juli 2025 - 08:23 WIB

Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:34 WIB

Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:08 WIB

Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 

Kamis, 24 Juli 2025 - 06:55 WIB

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi

Berita Terbaru