Gubernur Kalsel Lantik Anak Sendiri Jadi Komisaris Bank Kalsel, Kritik Nepotisme Menguat

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: AGP
Editor: Tim Redaksi
Sumber: Media Indonesia, Suara.com, Kilat.com

Lintasborneo.co.id, Samarinda – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, resmi melantik putri sulungnya, Hj. Karmila Muhidin, sebagai Komisaris Non-Independen PT Bank Kalsel untuk periode 2025–2030 dalam acara pelantikan Dewan Komisaris yang digelar di Gedung Idham Chalid pada 14 Juli 2025.

Pelantikan berlangsung megah dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan OJK dan BI, serta pimpinan daerah lainnya.

Langkah ini menuai sorotan tajam dari publik dan aktivis antikorupsi, yang menilai pengangkatan berdasarkan hubungan keluarga adalah bentuk nepotisme terang-terangan yang mencederai amanah publik.

Baca Juga :  Masalah Banjir Belum Teratasi,DPRD Samarinda Akan Panggil Dinas PUPR Untuk Evaluasi

Pemerhati politik Nurhalis Majid menyatakan bahwa pengangkatan anak dalam jabatan strategis membuka peluang konflik kepentingan dan korupsi, serta melemahkan tata kelola pemerintahan yang sehat.

Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menyindir

“Gubernur Kalsel melantik anaknya sendiri jadi komisaris? Jangan heran… sekali lagi jangan heran.” Ia menyebut fenomena ini mirip dengan yang terjadi di pusat pemerintahan.

Baca Juga :  Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi

Pelantikan ini menimbulkan keraguan atas transparansi dan akuntabilitas BUMD. Sebagai bank milik daerah, Bank Kalsel seharusnya dikelola secara independen, bukan oleh kepentingan keluarga pejabat daerah. Rekrutmen terbuka dan tata kelola yang objektif menjadi tuntutan masyarakat.

Penunjukan Karmila Muhidin sebagai Komisaris Bank Kalsel adalah simbol kontroversial praktik nepotisme di pemerintahan daerah. Publik menuntut klarifikasi serta adanya mekanisme pengawasan dan seleksi pejabat yang lebih terbuka demi menjaga kredibilitas institusi dan kepercayaan masyarakat.

Berita Terkait

MUSYAWARAH BESAR LUAR BIASA IKAFT UNTAG SAMARINDA DIGELAR 23 MEI 2026
Andi Saharuddin Maju dalam Bursa Ketua KKSS Kaltim, Tunjuk Habil Ngewa Pimpin Tim Pemenangan
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini
Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim
Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah
Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 
Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi
ICW Curiga, Pakar Geram: Ada Apa di Balik IKN?
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:16 WIB

MUSYAWARAH BESAR LUAR BIASA IKAFT UNTAG SAMARINDA DIGELAR 23 MEI 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB

Andi Saharuddin Maju dalam Bursa Ketua KKSS Kaltim, Tunjuk Habil Ngewa Pimpin Tim Pemenangan

Jumat, 24 April 2026 - 17:45 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini

Senin, 28 Juli 2025 - 08:23 WIB

Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:34 WIB

Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah

Berita Terbaru