ICW Curiga, Pakar Geram: Ada Apa di Balik IKN?

- Jurnalis

Minggu, 20 Juli 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintas Borneo, Jakarta – Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai proyek ambisius senilai Rp466 triliun itu menjadi beban besar bagi perekonomian nasional, bahkan disebut sebagai kebijakan yang “melanggar konstitusi”.

“Banyak sekali kebijakan yang membuat ekonomi kita melemah. Pemindahan ibu kota IKN itu sudah jelas-jelas tidak masuk akal. Undang-undangnya pun problematik,” ujar Anthony dalam podcast EdShareOn, Rabu (16/7/2025).

Anthony juga menyebut pembangunan IKN yang dimulai pada era Presiden Joko Widodo rawan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ia mengklaim, kebijakan tersebut sarat dengan kepentingan segelintir kelompok.

“Dugaan koruptifnya tinggi. Banyak untuk dia (Jokowi) dan grup-grupnya,” kata Anthony, Kamis (17/7/2025).

Baca Juga :  Ormas Kerap Picu Kegaduhan, Adnan Sampaikan Perbedaan Dengan Premanisme

Temuan ICW: 24 Proyek Bermasalah

Kritik Anthony bukan tanpa dasar. Temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) pada pertengahan 2024 mengungkap kekhawatiran investor asing terhadap jaminan bebas korupsi dalam proyek IKN. Bahkan, ICW mencatat ada 24 proyek berpotensi kecurangan dengan nilai anggaran mencapai Rp8,57 triliun. Salah satu proyek yang disorot adalah pembangunan jalan tol.

Antara Mimpi dan Logika
Anthony mempertanyakan rasionalitas membangun kota baru di tengah hutan dalam waktu singkat. Ia membandingkan dengan wilayah-wilayah penyangga Jakarta yang membutuhkan waktu puluhan tahun hingga benar-benar layak huni.

“Kelapa Gading butuh 20 tahun. BSD juga bertahun-tahun. Bagaimana mungkin IKN bisa rampung dan layak dalam 5 tahun? Tidak masuk akal,” tegasnya.

Baca Juga :  Festival Ketupat 2025 Berlangsung Meriah, DPRD Samarinda Dorong Jadi Agenda Tahunan

Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menolak pembangunan IKN. Namun, menurutnya proyek sebesar ini membutuhkan komitmen lintas generasi yang belum tentu bisa dijaga dalam sistem politik saat ini.

“Kalau 50 tahun dikerjakan konsisten, mungkin bisa. Tapi siapa yang bisa jamin kontinuitas itu? Ini hanya mimpi-mimpi saja,” ungkap lulusan Erasmus University Rotterdam tersebut.

Fokus ke Ekonomi Rakyat, Bukan Elit
Anthony menyarankan pemerintah lebih fokus pada kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Kalau ada satu kebijakan yang kami anggap bertentangan, tentu harus dikritisi. Mau diterima atau tidak, itu soal lain. Yang penting kami sampaikan demi perbaikan ekonomi bangsa,” pungkasnya.

Penulis : AGP

Editor : Redaksi Lintasborneo

Sumber Berita : Inilah.com

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini
Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim
Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah
Gubernur Kalsel Lantik Anak Sendiri Jadi Komisaris Bank Kalsel, Kritik Nepotisme Menguat
Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 
Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi
3 Tewas di Pesta Anak Dedi Mulyadi, Rakyat Tak Sekaya Tuan Rumah
Sindiran Cak Imin untuk HMI: Sekarang Era Post-Truth, Fakta Sudah Tak Penting Lagi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:45 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini

Senin, 28 Juli 2025 - 08:23 WIB

Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:34 WIB

Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:08 WIB

Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 

Kamis, 24 Juli 2025 - 06:55 WIB

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi

Berita Terbaru