Pasien RSUD AWS Diduga Tewas Gantung Diri, CCTV Kamar Jadi Tanda Tanya Besar.

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ( Antara )

Ilustrasi ( Antara )

Lintasborneo.co.id, Samarinda – RSUD Abdul Wahab Sjahrajie (AWS) Samarinda, disorot. Pasalnya pasien yang diketahui berasal dari Jalan Palaran ditemukan tewas tergantung di ventilasi kamar nya, Ruang Angsoka nomor 2002, Minggu (6/7/2025).

Dilansir dari (Selajur.com), pasien berinisial US, (68) ini mengidap gagal ginjal kronis dan sudah di rawat sekitar 1 minggu. Senada dengan itu, pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa korban menderita gagal ginjal kronis dengan komplikasi dan sering depresi. Ia kerap merasa menjadi beban keluarga

Baca Juga :  Ormas Kerap Picu Kegaduhan, Adnan Sampaikan Perbedaan Dengan Premanisme

Ipda Eko Harianto, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya dugaan bunuh diri diruang perawatan RS AWS, Tepatnya di Ruang Angsoka 2002.

Lebih lanjut, Ipda Eko menguatkan dugaan bahwa depresi menjadi pemicu tindakan nekat tersebut.

“Bahkan, korban pernah menyampaikan keinginan mengakhiri hidup karna tak sanggup lagi menahan sakit,” ujarnya dikutip dari (Selajur.com)

Insiden tragis ini memicu tanda tanya besar tentang standar pengawasan pasien di rumah sakit pemerintah tersebut. Pasalnya pihak RS mengklaim semua kamar dilengkapi CCTV, serta di ketahui kamar tempat US dirawat adalah kamar tunggal.

Baca Juga :  Gubernur Kalsel Lantik Anak Sendiri Jadi Komisaris Bank Kalsel, Kritik Nepotisme Menguat

Diakhir, humas RSUD AW Sjahrani, dr. Arysia Andhin, berdasarkan hasil wawancara tim (Selajur), membenarkan kejadian ini, namun informasi yang di berikan tidak rinci.

“Kami serahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang, nanti biar kepolisian saja yang memberikan statmen” pungkasnya singkat, tanpa merinci identitas atau latas belakang pasien

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini
Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim
Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah
Gubernur Kalsel Lantik Anak Sendiri Jadi Komisaris Bank Kalsel, Kritik Nepotisme Menguat
Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 
Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi
ICW Curiga, Pakar Geram: Ada Apa di Balik IKN?
3 Tewas di Pesta Anak Dedi Mulyadi, Rakyat Tak Sekaya Tuan Rumah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:45 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini

Senin, 28 Juli 2025 - 08:23 WIB

Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:34 WIB

Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:08 WIB

Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 

Kamis, 24 Juli 2025 - 06:55 WIB

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi

Berita Terbaru