Tuntut Dugaan Korupsi dan Cawe-Cawe Jabatan, Puluhan Warga Kaubun Geruduk Kantor Nilai Pemerintah Desa Bumi Etam Gagal

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — Puluhan warga Desa Bumi Etam Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menggelar aksi protes di depan kantor desa Bumi Etam, pada Selasa (10/5/2025).

Warga mengeruduk dengan melayangkan tuntutan di kantor Desa Bumi Etam, dengan membawa spanduk yang bertuliskan

Kembalikan uang desa yang dicuri,
anggaran desa untuk rakyat bukan kantong pribadi, serta program motor RT mandek uang masyarakat dicuri.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, David Siropati Roni, mengatakan, unjuk rasa hari ini bertujuan untuk mendesak Pemerintah Desa ( Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), agar segera mengusut tuntas dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR), yang telah terjadi.

“Kami datang hari ini untuk menagih janji dan keadilan. Pengelolaan keuangan desa harus transparan, bukan dipakai seenaknya oleh segelintir orang. Kalau tidak ada penjelasan yang jelas, kami siap membawa kasus ini ke jalur hukum!” tegas David di hadapan Pemdes.

Aci sapaan akrabnya juga mengingatkan kepada Pemerintah Desa, salah satu tuntutan utama warga adalah percepatan realisasi program pengadaan motor RT, sesuai janji program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kutim.

Baca Juga :  Ormas Kerap Picu Kegaduhan, Adnan Sampaikan Perbedaan Dengan Premanisme

Menurut Dia, masyarakat menilai, janji tersebut hingga kini tak kunjung dipenuhi oleh Pemerintah Desa tanpa alasan yang jelas

Dirinya menyampaikan, pihaknya sangat kecewa karena kepala desa Bumi Etam tidak berada di tempat, dan menjelaskan persoalan ini kepada warga.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa warga turut menuntut segera melakukan transparansi penuh soal seluruh pengelolaan keuangan desa. Mereka juga meminta, agar semua penggunaan dana desa dapat diawasi secara terbuka oleh masyarakat.

“Uang desa adalah uang rakyat, bukan milik pribadi pejabat desa. Setiap rupiah harus jelas ke mana perginya,” ujarnya dengan nada lantang.

Kekesalan warga juga dipicu oleh ketidakjelasan penggunaan Dana RT sebesar Rp 50 juta per tahun. Mereka menilai, hingga saat ini tidak pernah ada penjelasan rinci, dan terbuka terkait alokasi dana tersebut.

Baca Juga :  3 Tewas di Pesta Anak Dedi Mulyadi, Rakyat Tak Sekaya Tuan Rumah

“Kami ingin tahu, dana Rp 50 juta per RT itu dipakai untuk apa saja? Jangan ada yang disembunyikan. Kami berhak tahu!” tambahnya.

Tak hanya itu, dalam aksinya warga juga mengecam sikap BPD Desa Bumi Etam yang dinilai pasif dan cenderung diam atas berbagai persoalan ini.

“BPD jangan pura-pura tidak tahu. Jangan jadi boneka Pemerintah Desa. BPD harus berdiri bersama rakyat!” bebernya.

Warga juga meminta jaminan kebebasan dalam menyampaikan pendapat, kritik, dan masukan tanpa adanya intimidasi maupun ancaman dari pihak Pemdes.

“Kami warga negara yang berhak bersuara. Tidak boleh ada intimidasi! Demokrasi di desa ini harus ditegakkan!” tegasnya.

Selanjutnya Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal. Jika tidak ada tindak lanjut konkret dari Pemdes Bumi Etam dan BPD dalam waktu dekat, mereka berkomitmen akan terus melanjutkan aksi berikutnya. (GATOT*)

Berita Terkait

MUSYAWARAH BESAR LUAR BIASA IKAFT UNTAG SAMARINDA DIGELAR 23 MEI 2026
Andi Saharuddin Maju dalam Bursa Ketua KKSS Kaltim, Tunjuk Habil Ngewa Pimpin Tim Pemenangan
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini
Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim
Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah
Gubernur Kalsel Lantik Anak Sendiri Jadi Komisaris Bank Kalsel, Kritik Nepotisme Menguat
Fenomena 20 Guru PPPK di Blitar Gugat Cerai Suami, Didominasi Masalah Ekonomi 
Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara, Meski Tak Terbukti Korupsi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:16 WIB

MUSYAWARAH BESAR LUAR BIASA IKAFT UNTAG SAMARINDA DIGELAR 23 MEI 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB

Andi Saharuddin Maju dalam Bursa Ketua KKSS Kaltim, Tunjuk Habil Ngewa Pimpin Tim Pemenangan

Jumat, 24 April 2026 - 17:45 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Timur Hari Ini

Senin, 28 Juli 2025 - 08:23 WIB

Beras Merek Mawar Sejati dan Rambutan Premium Dinyatakan Oplosan oleh Polda Kaltim

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:34 WIB

Dua Anak Tewas Diduga Dicekik Ayah Kandung di Samarinda, Nenek dan Istri Luka Parah

Berita Terbaru