LintasBorneo.co.id, Penajam Paser Utara — Musim kemarau pertengahan Juli membawa suasana berbeda di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tanpa hiruk-pikuk pemberitaan nasional, pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ternyata tetap bergulir. Debu mengepul, suara alat berat terdengar nyaring, dan geliat ekonomi mikro mulai muncul—semua menandakan bahwa proyek ini jauh dari kata “mangkrak”.
Meski beberapa waktu lalu isu penundaan dan penghematan anggaran sempat ramai di media sosial, data terbaru justru menunjukkan arah sebaliknya. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut bahwa pembangunan tahap kedua telah dimulai sejak akhir Juni dan kini menyasar utilitas dasar seperti air bersih, drainase, listrik, dan akses jalan utama.
“Kami sedang masuk fase lanjutan pembangunan. Fokus pada penguatan infrastruktur dasar,” ujar Basuki, dikutip dari Kontan.co.id, 30 Juni 2025.
Sejumlah proyek prioritas seperti penyelesaian jalan Km 13 Balikpapan–Sepaku dan pematangan lahan untuk hunian ASN kini berjalan sesuai dengan milestone Juli. Suasana di lapangan memperlihatkan aktivitas yang tetap konsisten.
“Kami masih terus kerja. Sekarang fokus ke sistem drainase dan perkuatan tanah,” ungkap Dodi, salah satu operator alat berat yang ditemui di lokasi proyek.
“Memang sekarang agak sepi berita, tapi pekerja tetap banyak.”
Selain itu, aktivitas warga lokal juga mulai terlihat tumbuh. Di beberapa titik pinggir jalan proyek, warung-warung tenda sederhana mulai berdiri. Mereka melayani para pekerja proyek, pengunjung, dan juga warga dari sekitar Sepaku.
“Yang penting jalan terus. Kadang kalau ramai pekerja, jualan bisa habis sebelum jam 12 siang,” ujar Ani, pedagang nasi kuning yang membuka lapak kecil sejak dua bulan lalu.
Di sisi penganggaran, meskipun terdapat pengurangan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 4,8 triliun dari pagu awal, Otorita IKN mengklaim bahwa efisiensi anggaran justru mencapai 12 persen, tanpa menghambat progres pekerjaan.
Hal ini disampaikan dalam laporan resmi Kementerian PUPR yang dikutip oleh Kompas.com, 8 Juli 2025.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, sebelumnya juga membantah kabar mangkraknya pembangunan IKN. Dalam keterangannya, ia menyebut pembangunan tetap berjalan dan justru semakin efisien serta fokus.
“Kami ingin memastikan IKN dibangun dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Setiap tahap tetap berjalan, dan masyarakat bisa ikut terlibat,” ujar Rudy, sebagaimana dikutip dari Antara, 12 Juli 2025.
Dengan target relokasi awal aparatur sipil negara (ASN) pada September, Juli menjadi masa krusial. Tahapan akhir seperti penyelesaian hunian ASN, penyambungan listrik, dan sistem distribusi air bersih terus dikebut.
Meski sorotan media mulai bergeser ke isu-isu lain, denyut pembangunan IKN nyatanya masih terasa. Dari tangan para pekerja, langkah para pedagang, hingga strategi penghematan anggaran yang cermat—semuanya menjadi bagian dari fondasi sunyi bagi ibu kota masa depan Indonesia.
Penulis : AGP
Editor : Redaktur






